Batam, Arah Batam — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memberantas narkoba dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Hal ini disampaikan langsung dalam rapat koordinasi dan verifikasi lapangan yang digelar di Aula Engku Hamidah, Selasa (8/7/2025), bersama Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) AM Putranto.
Menurut Amsakar, Batam sangat rentan terhadap kejahatan lintas negara karena letak geografisnya yang strategis. Ia mencontohkan kasus penyelundupan 4 ton narkoba yang berhasil digagalkan di perairan Kepri. “Kalau lolos, itu bisa merusak masa depan jutaan generasi muda,” tegasnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk tidak berjalan sendiri. “Kita butuh kerja sama konkret dan lintas sektor. Forum ini harus jadi titik awal untuk menyusun langkah taktis menghadapi ancaman narkoba dan TPPO,” katanya langsung di hadapan jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.
Amsakar turut membeberkan data penanganan kasus TPPO yang meningkat, termasuk 50 korban yang diselamatkan Polresta Barelang pada Juli 2025. Namun, ia meyakini angka di atas kertas belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan, dan itu menuntut langkah nyata bersama.
Sebagai wujud komitmen daerah, Pemko Batam telah membentuk 50 Gugus Tugas Kelurahan Bersinar, serta mengaktifkan FKDM dan FKTW. Forum-forum ini bertugas langsung menjadi pengawas sosial sekaligus detektor dini terhadap potensi ancaman keamanan dan peredaran narkoba di masyarakat.(Alf)