PDPM Kota Batam Minta Evaluasi Total Kinerja PLN Batam, Beri Penjelasan Jelas dan Kompensasi Nyata

No comments

Arah Batam, Batam – Pemadaman listrik besar-besaran yang melanda Kota Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang belakangan ini memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Batam, Mahayuddin, menuntut langkah serius dan konkret dari pihak terkait guna memastikan peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Mahayuddin menegaskan, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PLN Batam, mulai dari tingkat operator hingga pimpinan tertinggi.

“Blackout yang terjadi ini bukan hal biasa. Dampaknya luar biasa, roda usaha terhenti, aliran air terganggu, jaringan internet tak stabil. Semua aspek kehidupan terdampak,” ujar Mahayuddin, Kamis (15/10/2026).

Ia juga meminta PLN Batam segera mengungkapkan penyebab pasti gangguan tersebut.

Selama ini informasi yang beredar masih simpang siur, ada yang menyebut putusnya kabel bawah laut, kebakaran kabel, hingga gangguan akibat hewan liar.

“Masyarakat berhak tahu kebenarannya. Penjelasan yang transparan adalah awal dari perbaikan,” tambahnya.

Karena dampak kerugian yang dirasakan sangat besar, Mahayuddin mendesak PLN Batam memberikan kompensasi yang berarti bagi seluruh pelanggan.

“Masyarakat sudah mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit selama listrik padam. Kami usulkan agar PLN memberikan kompensasi berupa pembebasan biaya listrik selama satu bulan penuh. Itu bentuk tanggung jawab yang wajar,” tegasnya.

Di sisi lain, Mahayuddin juga menyampaikan apresiasi kepada BP Batam yang dinilai telah bergerak cepat dalam mendorong percepatan pemulihan pasokan listrik maupun air di Batam.

“Kepada PLN dan BP Batam, kami harap ke depannya dapat bekerja lebih sinergis. Berikan kepastian, kenyamanan, dan pelayanan prima kepada masyarakat maupun pelaku usaha di Batam. Ingat, satu hari saja tanpa listrik, kerugian yang ditanggung masyarakat dan pengusaha itu sudah tidak ternilai harganya,” pungkas Mahayuddin. (**).

Baca juga...

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar