BATAM — Rabu siang, 4 November 2026, suasana di kawasan Melcem–Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam, tampak berbeda. Jalan yang selama ini menjadi sorotan warga akhirnya resmi diserahkan. Wakil Wali Kota Batam yang juga ex officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, hadir langsung dalam acara serah terima pembangunan right of way (ROW) 30 meter jalan Melcem–Tanjung Sengkuang.
Jalan itu bukan tanpa kisah. Sebelumnya, masyarakat menyoroti dugaan pemanfaatan ROW jalan oleh PT Global Pratama Indonesia (GPI) sebagai tempat parkir kendaraan alat berat. Sorotan itu memuncak pada September 2026, ketika Li Claudia Candra bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Dari sidak itu, PT GPI mengakui kesalahannya. Perusahaan kemudian membuat pernyataan akan membangun ROW jalan sesuai izin yang telah diterbitkan BP Batam pada 2017. Komitmen itu kini terbukti. Jalan telah selesai dibangun, lengkap dengan drainase, batu miring, dan kembali dibuka untuk masyarakat.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa setelah sidak, pihaknya melihat adanya komitmen nyata dari PT GPI. Hari itu, jalan kembali dibuka dan bisa dimanfaatkan warga.
“Hari ini jalanan kembali sudah dibuka dan sudah diselesaikan lengkap dengan drainase seperti yang dikeluhkan masyarakat terkait konektivitas atau akses,” kata Mouris.
Ia menambahkan, pembangunan ROW jalan ini juga telah dilengkapi saluran air atau drainase. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
“Jadi, harapannya ke depan bahwa jalan ini bisa kita pakai bersama-sama untuk menjadi sinergitas yang sudah bisa kita bangun,” ujarnya.
Terkait keluhan warga soal banjir di sekitar kawasan, Mouris berharap akses ROW jalan baru ini dapat membantu menangani permasalahan tersebut dengan baik.
Sementara itu, Direktur PT GPI, Viktor Sanjaya, dalam sambutannya menyatakan harapan agar pembangunan jalan ini dapat memperlancar akses dan mobilitas masyarakat.
“Mendukung pertumbuhan ekonomi serta membawa manfaat bagi kawasan di Melcem. Terima kasih,” kata Viktor.

Namun, acara serah terima itu bukan sekadar seremoni. Sebelum berlangsung, Li Claudia Candra bersama jajarannya sempat berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan ketua RT/RW setempat. Salah satunya, Ketua RW 06 Tanjung Sengkuang, Poniyo.
Dalam kesempatan itu, Poniyo mengadu kepada Li Claudia Candra agar dibuat bak kontrol air. Tujuannya, agar air hujan yang mengalir dari jalan tidak langsung masuk ke pemukiman warga yang berada di bawah ROW jalan.
Menyikapi aduan tersebut, Li Claudia Candra mengatakan bahwa permintaan Poniyo akan segera dibangun oleh Direktur Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana.
“Pemikiran bapak-bapak sekalian kami terima. Ini Pak Wulung sudah akan bangun itu bak kontrolnya. Jadi, bapak-bapak sabar, ya,” katanya.
Li Claudia Candra tidak menampik bahwa permasalahan banjir di Batam memang menjadi atensi pemerintahannya. Sejak menjabat sekitar satu tahun delapan bulan, ia mengaku fokus menyelesaikan masalah banjir di 12 kecamatan dan 64 kelurahan. Semua titik itu, menurutnya, harus dibereskan.
“Ini kan sudah banyak titik yang sudah tidak banjir yang tadinya banjir. Tapi, ini kan kita harus beresin semua. Jadi, butuh waktu, Pak,” kata dia.
Ia bahkan pesimistis masa jabatannya selama lima tahun dapat menyelesaikan seluruh permasalahan banjir. Meski demikian, ia optimistis jumlah titik banjir atau daerah rawan banjir dapat berkurang.
“Bangun rumah saja bisa butuh waktu satu tahun sampai dua tahun lebih. Ini bangun untuk satu kota Batam. Drainasenya semua mesti dibangun,” ungkapnya.
Usai serah terima ROW 30 meter ini, BP Batam akan mengambil alih pemasangan semenisasi dan aspal jalan tersebut. Menurut Mouris Limanto, tender proyek semenisasi dan aspal saat ini sudah dibuka dan telah ada pemenangnya. Namun, ia belum merinci perusahaan mana yang menang dan kapan proyek itu akan dikerjakan.
Terpisah, Dodi, salah satu warga yang diwawancarai, menyambut baik realisasi pembangunan ROW jalan 30 meter tersebut. Menurutnya, warga mengapresiasi kinerja BP Batam yang merealisasikan keinginan masyarakat. BP Batam dinilai telah mendorong pihak swasta untuk membuka jalan, sekaligus menyiapkan pengerjaan finishing berupa semenisasi dan aspal.
“Alhamdulillah jalannya sudah nampak. Dari yang tidak ada menjadi ada,” ucapnya.
Kini, jalan itu telah terbuka. Namun, pekerjaan rumah belum usai. Bak kontrol air, semenisasi, dan aspal masih menanti. Di balik itu semua, ada harapan warga agar akses semakin lancar dan banjir tak lagi menggenangi pemukiman mereka.



